News
Kematangan karir dapat diukur melalui beberapa dimensi yaitu: orientasi terhadap pekerjaan yang akan ditentukan (dimensi sikap), perencanaan mengenai karir (dimensi kompetensi), konsistensi prefensi kejuruan karir (dimensi konsistensi), dan kebijaksanaan prefensi kejuruan karir (dimensi realitas).

Tahap Perkembangan Karir

Perkembangnan karir merupakan proses peningkatan kemampuan seseorang yang mendorong adanya peningkatan prestasi kerja dalam rangka mencapai karir yang diinginkan. Prestasi kerja dan kepuasan merupakan sebuah indikator dari perkembangan karir. Super (Winkel & Sri Hastuti 2013) membagi perkembangan karir menjadi lima tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut:

1. Fase Pengembangan (Growth)

Dari saat lahir sampai umur lebih kurang 15 tahun, dimana anak dimana anak mengembangkan berbagai potensi, pandangan khas, sikap, minat, dan kebutuhan-kebutuhan yang dipadukan dalam struktur gambaran diri (self-concept structure).

2. Fase Eksplorasi (Exploration)

Dari umur 15 sampai 24 tahun, dimana individu memikirkan berbagai alternative jabatan, tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat.

3. Fase Pemantapan (Establishment)

Dari umur 25 sampai 44 tahun, yang bercirikan usaha tekun memantapkan diri melalui seluk beluk pengalaman selama menjalani karir tertentu.

4. Fase Pembinaan (Maintenance)

Dari umur 45 sampai 64 tahun, dimana individu sudah dewasa menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya.

5. Fase Kemunduran (Decline)

Pada usia 65 tahun keatas dimana orang sudah memasuki masa pensiun dan menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatannya tersebut.

Super (Zunker 2012), bahwa kematangan karir dapat diukur melalui beberapa dimensi yaitu: orientasi terhadap pekerjaan yang akan ditentukan (dimensi sikap), perencanaan mengenai karir (dimensi kompetensi), konsistensi prefensi kejuruan karir (dimensi konsistensi), dan kebijaksanaan prefensi kejuruan karir (dimensi realitas). Sharf (2010), juga menjelaskan dimensi yang dimaksud adalah: a) dimensi sikap: berkaitan dengan kekhawatiran dan kepedulian tentang pilihan dan penggunaan informasi pekerjaan, b) dimensi kompetensi: informasi spesifik yang dimiliki individu tentang pekerjaan yang dia masuki, c) dimensi konsistensi: konsistensinya dalam pekerjaan dan tingkat pekerjaan yang ditekuni, dan d) dimensi realitas: mengacu pada hubungan antara pilihan dan tingkat pekerjaan.

Dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang sudah siap dengan fase perkembangan yang dilaluinya, kematangan karirnya juga akan mengalami kemantapan seiring perjalanan dalam fase kehidupannya. Erikson (Salkind, 2004) yang menyatakan bahwa individu yang telah sampai pada tahap kedewasaan akan lebih siap dalam hal kematangan karir, serta mampu menggambarkan hasil dari tahap kedewasaannya dengan mengalami proses seperti mampu meyelesaikan konflik, menetapkan tujuan, dan memaknai sebuah keberhasilan yang diraihnya dan itu menjadi sebuah upaya sadar yang dilakukan dalam hidupnya.

Perkembangan karir erat kaitannya dengan minat dan bakat. Arah perkembangan karir harus disesuaikan dengan minat. Minat ditunjang oleh bakat yang dimiliki. Sehingga untuk merencanakan pengembangan karir, yang dapat diukur adalah identifikasi minat dan bakat.

Anda ingin merencakan karir anda? Yuk, ikuti psikotes online untuk identifikasi minat dan bakat anda di NS Development.

 

Referensi

W.S. Winkel, dan M.M. Sri Hastuti. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. 2004. Yogyakarta: Media Abadi.

Sharf, R. S. (2010). Applying career development theory to counseling (Fifth edition). CA USA: Brooks/Cole Cencage Learning.

Salkind, N.J. (2004). An Intoduction to Theories of Human Development. Thousand Oaks,Londo. New Delhi: Sage Publications. International Education and Publisher

Zunker, V.G. (2012). Career counseling a holistic approach (8th ed). USA: Brooks/Cole Cengage Learning

TIPS Berhubungan