News
Bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersipkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi), tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.

Prinsip-prinsip Bimbingan Karir

Bimbingan karir merupakan sebuah aktivitas untuk membantu, memberikan arah dan dorongan pada konseling. Menurut Winkel bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersipkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi), tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.

Dalam melaksananan bimbingan karir, terdapat beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi. Berikut akan dijelaskan prinsip-prinsip bimbingan karir tersebut.

Prinsip-prinsip Bimbingan Karir

Dalam menyelenggarakan layanan bimbingan karir, perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut berikut:

  1. Bimbingan karir merupakan suatu proses berkelanjutan dalam seluruh perjalanan hidup seseorang, tidak merupakan peristiwa yang terpilih satu sama lain. Dengan demikian bimbingan karir merupakan rangkaian perjalan hidup seseorang yang terkait dengan keseluruhan aspek pertumbuhan dan perkembangan yang dijalaninya.
  2. Bimbingan karir diperuntukkan bagi semua individu tanpa kecuali. Namun dalam praktiknya prioritas layanan dapat diberikan terutama bagi mereka yang sangat memerlukan pelayanan. Skala prioritas diberikan dengan mempertimbangkan berat-ringannya masalah dan penting tidaknya masalah untuk segera dipecahkan. Oleh karena layanan bimbingan karir diperuntukkan bagi semua siswa, maka pemberian layanan bimbingan karir sebaiknya lebih bersifat preventifdevelopmental.
  3. Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang dalam proses berkembang. Dengan demikian ciri-ciri perkembangan pada fase tertentu hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan bimbingan karir.
  4. Bimbingan karir berdasarkan pada kemampuan individu untuk menentukan pilihannya. Setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan, tetapi harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari pilihan/keputusannya itu. Ini berarti bahwa bimbingan karir tidak sekedar memperhatikan hak individu untuk menentukan dan memutuskan pilihan sendiri, tetapi juga membantu individu untuk mengembangkan cara-cara pemenuhan pilihan/putusan itu secara bertanggung jawab.
  5. Pemilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetauhan tentang diri. Hal ini mengandung arti bahwa individu perlu memahami terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam dirinya, seperti bakat, minat, nilainilai, kebutuhan, hasil kerja/prestasi belajar dan kepribadian-nya.
  6. Bimbingan karir membantu individu untuk memahami dunia kerja dan sejumlah pekerjaan yang ada di masyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.

Prinsip Bimbingan Karir Menurut Hoppock, Holland dan Donald

Hoppock, Holland dan Donald E Super, menyusun prinsip-prinsip tentang Bimbingan Karir, di antaranya sebagai berikut:

  1. Pekerjaan dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  2. Pemilihan pekerjaan bermula ketika kita pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Informasi mengenai diri sendiri berpengaruh terhadap pemilihan pekerjaan karena informasi itu membantu di dalam antisipasi apakah kita akan berhasil dalam pekerjaan tersebut.
  4. Informasi mengenai pekerjaan itu sendiri akan membantu dalam pemilihan pekerjaan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan pekerja.
  5. Setiap individu masing-masing memiliki kecakapan untuk pekerjaan tertentu.
  6. Setiap pekerjaan memerlukan pola khas daripada kemampuan, minat dan sifat kepribadian.
  7. Hakikat pola karir seseorang ditentukan oleh tingkat sosial ekonomi orang tuanya, kemampuan mental, ciri-ciri kepribadiannya dan oleh kesempatan-kesempatan yang terbuka bagi dirinya.
  8. Kepuasan, kemantapan, dan hasil kerja tergantung atas kongruensi antara kepribadian seseorang dengan lingkungan di mana dia bekerja.

Demikianlah prinsip-prinsip yang biasa digunakan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan bimbingan karir. Prinsip-prinsip ini seyogyanya berlaku sebagian ataupun keseluruhan.

Untuk kebutuhan bimbingan karir dalam skala professional, anda dapat menggunakan jasa Konselor. Jasa layanan bimbingan karir tidak hanya dalam bentuk konseling tetapi akan dipadukan assessment yang berupa psikotes online. Konselor adalah layanan yang berada di bawah naungan NS Development.

TIPS Berhubungan