News
Karir adalah sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap individu/pegawai dan secara luas dapat dirinci ke dalam objective events

Pengertian Karir

Karir merupakan kata yang tidak asing lagi bagi kita. Banyak yang memaknai karir sebagai cita-cita yang terwujud. Tetapi banyak pula orang yang tidak dapat mewujudkan cita-citanya. Apakah orang yang tidak dapat mewujudkan keinginannya (cita-cita) dapat dikatakan tidak memiliki karir. Berikut akan dijelaskan secara detail pengertian karir dari berbagai sudut pandang.

Pengertian Karir Menurut Para Ahli

Menurut Greenhaus (Irianto, 2001) terdapat dua pendekatan untuk memahami makna karir, yaitu : pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari occupation atau organisasi. Pendekatan ini memandang bahwa karir sebagai jalur mobilitas didalam organisasi yang tunggal seperti jalur karir di dalam fungsi marketing, yaitu menjadi sales representative, manajer produk, manajer marketing distrik, manajer marketing regional, dan wakil presiden divisional marketing dengan berbagai macam tugas dan fungsi pada setiap jabatan. Pendekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas individual dan bukan occupation atau organisasi. Pendekatan ini memandang bahwa karir merupakan perubahan-perubahan nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi pada setiap individu.

Berdasarkan kedua pendekatan tersebut definisi karir adalah sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap individu/pegawai dan secara luas dapat dirinci ke dalam objective events. Salah satu contoh untuk menjelaskannya melalui serangkaian posisi jabatan/pekerjaan, tugas atau kegiatan pekerjaan, dan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work related decisions).

Menurut Mathis & Jackson (2006) mengemukakan bahwa karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya. Sedangkan menurut Cascio (2014) karir dapat dilihat dari perspektif yang berbeda: From one perspective, a career is a sequence of positions occupied by a person during the course of a lifetime. This is objective career. From another perspective, a career consists of a sense of where a person is going in his or her work life. Merujuk pada perspektif dari Cascio ini, karir ialah tahapan posisi dalam pekerjaan yang dialami seumur hidupnya. Sedangkan disisi lain karir ialah apa yang dirasakan seseorang dalam menjalani kehidupan pekerjaannya.

Pandangan yang lebih luas mendefinisikan karir sebagai urutan dari kegiatan-kegiatan dan perilaku-perilaku yang terkait dengan kerja dan sikap, nilai, dan aspirasi-aspirasi yang terkait sepanjang masa hidup seseorang (Gutteridge, dalam Gomes 1999). Gibson dkk (1995) mendefinisikan karir sebagai persepsi orang mengenai urutan sikap dan perilaku yang berhubungan dengan pengalaman dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan sepanjang hidup orang tersebut. Karir disini tidak mengandung arti keberhasilan atau kegagalan, kecuali dalam penilaian orang yang bersangkutan, selain itu karir juga terdiri dari sikap dan perilaku dan karir merupakan suatu urutan yang berjalan terus menerus dari kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Flippo (1987) mengartikan karir sebagai serangkaian kegiatan kerja yang terpisah tetapi berkaitan, yang memberikan kesinambungan, ketentraman, dan arti dalam hidup seseorang. Karir disadari secara individual, dan dibatasi secara sosial, manusia tidak hanya meniti atau mencetak karir dari pengalamanpengalaman khusus mereka tetapi kesempatan yang diberikan juga akan mempengaruhinya.

Selain itu, menurut Handoko (2000) karir adalah seluruh pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Suatu karir terdiri dari urutan pengalaman atau suatu rangkaian kerja yang dipegang selama kehidupan seseorang yang memberikan kesinambungan dan ketentraman sehingga menciptakan sikap dan perilaku.

Handoko (2000) menyatakan, dalam literatur ilmu pengetahuan ada tiga macam pengertian dalam istilah karir yaitu:

  • Karir sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan (transfer) lateral ke jabatan-jabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau lokasi-lokasi yang lebih baik atau menyilang hirarki hubungan kerja selama kehidupan seseorang.
  • Karir sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk pola yang sistematik dan jelas, yang biasa disebut jalur karir.
  • Karir sebagai sejarah pekerjaan seseorang, atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerjanya.

Berdasarkan berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu status atau jenjang pekerjaan atau jabatan seseorang sebagai sumber nafkah apakah itu sebagai pekerjaan utama maupun pekerjaan sambilan. Karir terdiri atas urutan pengalaman atau suatu rangkaian kerja yang dipegang selama kehidupan seseorang yang memberikan kesinambungan dan ketenteraman sehingga menciptakan sikap dan perilaku tertentu.

 

Informasi

Seyogyanya, karir telah direncanakan sejak awal. Bahkan menurut beberapa teori bahwa pemilihan dan penetapan karir sudah dilakukan sejak usia remaja (rentang usia 16 sd 25 tahun). Karir harus disesuaikan dengan minat dan bakat seseorang, agar orang tersebut dapat berhasil menjalani karir yang digelutinya. Sehingga yang terpenting dikerjakan diawal penetapan karir adalah penelusurusan minat dan bakat.

Rencanakan karirmu dengan melakukan penelusuran minat dan bakat. Anda dapat melaksanakannya melalui psikotes online yang terpercaya. Salah satu Lembaga penelusuran minat dan bakat secara online adalah NS Development.

 

Referensi

Cascio, Wayne F . 2014. Managing Human Resources : Productivity, Quality, of Work Life, Profits. New York: McGraw-Hill.

Edwin B. Flippo. 1987.Manajemen Personalia.Ahli Bahasa : Moh.Mas'ud.Penerbit Erlangga.Jakarta.

Gibson, James. L. et all. 1995. Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses. Edisi ke-5. Jakarta: Erlangga.

Handoko, T. Hani.(2000). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: BPFE).

Irianto, J. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Surabaya : Insan Cendekia

Mathis, R.L. & J.H. Jackson. 2006. Human Resource Management: Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia. Jakarta: Salemba Empat

TIPS Berhubungan